Rabu, 14 April 2010

Sinopsis ESQ

Mengapa ESQ

Ary Ginanjar Agustian

ESQ adalah sebuah konsep yang mengarahkan kita pada kebahagiaan dan kesuksesan dunia yang beracu pada akhirat. Sebagai umat manusia, kita harus menyeimbangkan kehidupan kita antara dunia dan akhirat. Pada The ESQ Way 165, semua tentang bagaimana kita memperoleh cara hidup yang sehat dan cara berpikir yang tepat yang sesuai dengan koridor agama islam telah dijelaskan secara mendetail. Dengan disertai dengan penerapan-penerapan pada kehidupan berbisnis, buku The ESQ Way 165 memang telah menarik minat masyarakat luas. Dengan meluasnya buku The ESQ Way 165, masyarakat luas, terutama golongan pengusaha mengerti sedikit banyak tentang konsep ESQ. dan hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagi pengusaha tersebut seputar masalah dikehidupan mereka dengan penyelesaian menggunakan konsep ESQ.

Ini adalah latar belakang diciptakannya buku Mengapa ESQ oleh Ary Ginanjar Agustian ini. Dengan masih berdasar pada buku sebelumnya, yaitu The ESQ Way 165 buku ini juga menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat terutama para pengusaha untuk menyelesaikan masalah mereka dengan metode ESQ.

Bab 1

Kekuatan Visi dan Misi

Menurut pandangan ESQ, visi dan visi adalah tonggak utama dalam kehidupan.  Hidup kita harus mempunyai tujuan, yaitu visi yang akan menjadi dasar setiap langkah kita. Dengan mempunyai tujuan, hidup kita akan lebih terarah dan tidak mudah tergoyahkan dengan hal-hal yang buruk. Sebagai manusia, jelas visi utama kehidupan kita adalah visi hari akhir. Sedangkan untuk mencapainya, perlu berbagai misi untuk membingkai kehidupan kita dalam jalur yang benar.

Dalam bab ini dijelaskan tentang bagaimana pentingnya vivi an misi bagi manusia. Visi dan misi dapat mempunyai kekuatan yang mampu untuk mendorong manusia untuk melakukan hal yang benar dan bekerja keras sehingga setiap point pada misinya tercapai dan akhirnya bermuara di terwujudnya visi yang kita inginkan. Jadi sebagai manusia, kita wajib memiliki visi hidup yang bisa menjadi tonggak dalam sendi-sendi kehidupan kita.

Untuk membangun visi yang realistis dan tertata, pertama kita harus menentukan visi jangka panjang. Kedua, visi jangka panjang tersebut kita uraikan menjadi visi jangka menengah dan jangka pendek. Ketiga, kita harus menguatkan keyakinan bahwa visi tersebut dapat dicapai. Keempat, menetapkan target bulanan, mingguan, bahkan harian. Kelima, kita dituntut untuk berpikir bagaimana mewujudkan visi tersebut.

Hal yang tidak kalah pentingnya untnuk meraih visi kita adalah kedisiplinan. Disiplin lahir karena adanya komitmen yang jelas dan komitmen yang kuat untuk mencapainya.  Selain itu, hal-hal seperti tanggung jawab, kejujuran, kebersamaan juga merupakan faktor pendukung terwujudnya visi yang kita inginkan. Dan kesemuanya itu harus dibingkai dengan nila-nilai yang luhur yang bermuara di hati.

Dalam kehidupan tidak bisa lepas dari munculnya masalah dan cobaan. Kesemuanya itu hanya bisa diatasi oleh optimisme yang tinggi. Jika seseorang mempunyai tujuan yang jelas dan sangat diyakini, ia akan punya rasa optimis yang kuat yang akan menjadi modal utama untuk kuat menghadapi cobaan dan masalah-masalah hidup. Dengan optimis, kita akan tetap menjalani semuanya dengan semangat tinggi dan penuh keyakinan.

Berbagai kisah nyata diceritakan dalam bab ini sebagai contoh nyata yang dapat diambil pelajarannya. Ssebagai pekerja atau pengusaha, hal yang harus kita hindari adalah terjebak dalam rutinitas pekerjaan dengan hanya menganggap hari-hari kita sebagai rutinitas kita tidak akan mempunyai tujuan yang jelas agar kehidupannya membaik. Hal ini disebut motivasi hidup. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, init dari bab ini adalah kita harus memulai denag tujuan akhir, membulatkan tekad diri, dan memfokuskan diri untuk merealisasikan visi dalam misi.

Hal yang menjadi acuan kebahagiaan kita dalam menjalani semua ini adalah ikhlas. Ada tiga macam keikhlasan: pertama, Physical Sincerity, yaitu keikhlasan yang timbul karena kita dapat balasan materi seperti bonus, kado, atau hadiah. Kedua, Emotional sincerity, yaitu keikhlasan yang timbul karena mendapat imbalan seperti  pengakuan, kehormatan, atau penghargaan. Ketiga, yaitu spiritual sincerity, inilah yang paling tinggi. Yaitu saat kita merasa bahwa setiap perbuatan baik kita akan dibalas oleh Allah. Keikhlasan inilah yang mendasari kebahagiaan kita dalam menjalankan sesuatu.

 

 

Bab 2

Aktualisasi Suara Hati

Suara hati adalah dorongan untuk bergerak, melakukan yang terbaik sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan olehnya. Suara hati berasal dari bisikanNya yang menuntun manusia menemukan arah kemana harus menjalani hidup. Ini bagaikan setir dalam sebuah mobil, suara hatilah yang menentukan baik buruknya jalan yang kita tempuh untuk mencapai visi kita.

Suara hati berasal dari sebuah kesadaran akan keberadaan Allah dalam diri, berupa sifat-sifatnya yang telah ditiupkan dalam ruh kita. Ia akan berubah menjadi sebuah komitmen spiritual manakala dipadukan dengan kepekaan emosional dan diterjemahkan dalam langkah-langkah yang nyata. Aktualisasinya ini menjadi penting karena jika kita menjalankan suatu tujuan tidak didasari suatu bisikan dari suara hati, yang ada kita malah akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Karena suara hati adalah rambu manakala rambu tak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ia adalah cambuk yang menghentakkan jiwa manusia untuk berbuat sesuai dengan sifat-sifat yang telah Allah tiupkan ke dalam hati manusia.

Bagi manusia, terkadang hal yang kita dambakan di dunia adalah kesuksesan. Tapi bagaimana jika sukses tapi tidak bahagia? Ini adalah masalah klasik yang banyak dialami oleh para pengusaha sukses. Masalah seperti ini disebut juga spiritual pathology atau spiritual illness. Manusia yang terjangkit penyakit seperti ini adalah manusia yang tidak mengetahui tujuan hidupnya yang jelas. Mengapa ia harus bekerja sepanjang hari secara terus menerus. Ia tidak tahu siapa dirinya dan untuk apa dia hidup. Bahkan ia tidak tahu kemana ia akan pergi nantinya. Inti dari kecerdasan spiritual adalah kita mengetahui makna tertinggi kehidupan. Dengan mengetahui arti sebenarnya untuk apa kita hidup, kita akan menjalani hidup dengan penuh arti dan tujuan. Sehingga tidak ada rasa hampa dalam hidup ini. Karena komitmen spiritual adalah kesadaran bahwa bekerja adalah bentuk pengabdian kepada tuhan.

Jika kita dihadapkan oleh suatu masalah, hal yang mestinya kita lakukan adalah menyelesaikan dengan suara hati. Tapi pertanyaannya adalah bagaimana membedakan suara hati dengan emosi? Emosi sesungguhnya adalah fungsi kecerdasan kedua dan EQ (kecerdasan emosi) adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi. Emosi merupakan kemampuan untuk merasakan seperti rasa suka atau tidak suka, sedangkan suara hati adalah lebih mengarah pada kata kerja atau dengan kata lain mengarah pada dorongan untuk melakukan tindakan. Emosi adalah radar, dan suara hati adalah dorongan untuk bergerak sesuai bisikan ilahi. Oleh karena itu, penyelesaian masalah yang hanya didasari rasa emosi tidak akan menemukan jalan yang baik.

Suara hati sebagai motor kita untuk melakukan tindakan mempunyai beberapa fungsi antara lain: pertama, sebagai nilai (value) yang mengarahkan kita pada kebaikan dan kemuliaan. Kedua, suara hati berfungsi sebagai pendorong (drive) perilaku manusia. Ketiga, berfungsi sebagai makna (meaning). Keempat, suara hati adalah sumber dari kebijaksanaan (wisdom). Cara untuk senantiasa mengambil keputusan dengan suara hati adalah senantiasa menyadari keberadaan suara hati dan semaksimal mungkin berusaha mengikutinya dalam jalur kebaikan.

Selain itu, pengambilan keputusan harus mempertimbangkan beberapa modal penting agar keputusan tidak terkesan tidak rasional. Modal pertama adalah modal fisik (intellectual capital). Modal kedua adalah modal emosi (emotional capital). Ketiga adalah modal spiritual (spiritual capital). Dan yang terakhir adalah modal intelektual. Keputusan yang didasari semua modal ini akan menghasilkan keputusan yang sesuai dengan suara hati kita tetepi tetap logis.

ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita bekerja. Yang pertama yaitu integritas, integritas adalah kesetiaan pada prinsip yang dianut. Sikap ini muncul dari perpaduan antara jujur, konsisten, komitmen, berani, dan dapat dipercaya. Kedua adalah kreativitas. Ketiga adalah intuisi bisnis. Dan yang terakhir adalah motivasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 3

Membangun Karakter

Membangunan karakter dalam diri manusia tidak cukup hanya dengan menetapkan visi dan misi saja. Pembangunan karakter harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Dalam islam hal yang dapat membangun karakter manusia adalah shalat. Shalat mempunyai gerakan yang berkesinambungan dan dilakukan terus-menerus. Dalam shalat terkumpul seluruh kata dan ungkapan yang mewakili suara hati. Sholat adalah momen untuk menegakkan kembali tonggak-tonggak keyakinan yang kadang goyah saat mengarungi kehidupan.

Pengejawantahan nilai-nilai dalam shalat inilah yang akan menjadi jawaban dari setiap masalah yang timbul dalam kehidupan. Karena shalat adalah waktu kita bertemu Allah yang harus dilakukan sesempurna mungkin, tanpa cacat. Semestinya pengertian itu pula yang membentuk karakter kita sebagai hamba yang senantiasa beribadah di setiap aktivitas yang kita lakukan.

Shalat sebagai tiang agama mempunyai berbagai macam fungsi antara lain: Pertama, sebagai pencegah perbuatan keji dan mungkar. Fungsi seperti ini dapat didapatkan dengan memahami makna dan tujuan shalat. Setelah memahami semuanya, yang kita harus lakukan adalah shalat dengan khusyu’. Khusyu’ dilakukan sebelum, saat dan sesudah shalat. Jika seseorang shalatnya khusyu’, maka hatinya akan bersih dari berbagai penyakit hatai dan mampu menebar kedamaian. Kedua adalah mencegah penyakit hati.

Karakter sebagai factor penentu sifat manusia memang sangatlah penting. Oleh karena itu dibentuklah suatu metode untuk membangun karakter manusia. Yaitu Repetitive Magic Power (RMP), ini adalah metode pengulangan bacaan agar nilai-nilai yang dibacakan masuk kedalam pikiran bawah sadar. Metode ini banyak digunakan dalam perusahaan-perusahaan jepang, siswa sekolah, dan pada tentara.

Hal-hal yang dijelaskan dalam bab ini dan masih berhubungan dengan karakter manusia adalah:

~ Pemimpin yang tegas

Kebanyakan pemimpin di sebuah perusahaan hanya menginginkan disukai oleh bawahannyaagar jabatan ia aman. Ia tidak berani mengambil tindakan tegas kepada bawahan yang berpengaruh terhadap jabatannya, sehingga nilai-nilai keadilan tidak dapat diterapkan. Seorang pemimpin harus bersikap tegas. Seorang pemimpin juga harus mampu menjelaskan secara terbuka akibat-akibat yang ditimbulkan dari pelanggaran yang dilakukan.

~ Manajer yang pintar

Manajer memiliki dua tipe yaitu manajer yang pintar dan manajer yang bodoh.

Manajer yang pintar selalu “bodoh”. Ia “bodoh” untuk melakukan rasionalisasi atau mencari-cari alasan yang masuk akal. Ia lebih suka mengakui kesalahan yang ia perbuat dan berusaha memperbaikinya besok walaupun mendapat teguran dari atasannya. Sedangkan manajer yang bodoh akan selalu “pintar” membuat alasan atas kegagalan yang diperolehnya. Sehingga ia selalu tampak mampu menutupi ketidakbecusannya dalam menyelesaikan pekerjaan. Anehnya, seringkali atasannya ikut mengangguk-angguk sebagai tanda setuju atas alasan yang dikemukannya. Penyakit seperti ini bisaanya dilakukan bagi orang-orang yang hanya berorientasi pada kerja semata, bukan pada hasil akhir. Dan obatnya adalah  vaksin yang berisi istighfar, mau mengakui kesalahan, dan visi.

~ mengatasi rasa pesimis

Dibutuhkan sebuah prinsip untuk memberikan rasa aman pada hati saat terjadi masalah. Dan prinsip yang paling tepat adalah tauhid. Dengan berpegang teguh kepada Allah dalam berbagai situasi akan menimbulkan rasa tenang terhadap hati kita. Rasa aman dan tenang inilah yang membuat seseorang mampu berpikiran jernih sehingga mampu mengambil inisiatif-inisiatif yang sangat penting dan berharga. Sekaligus memberikan kesiapan mental untuk menghadapi perubahan-perubahan yang pasti akan terjadi.

~ pengendalian diri

Saat semua emosi dan ketegangan bertumpuk, itu akan dapat menyebabkan kita menjadi buta. Setelah meledak, barulah timbul penyesalan. Salah satu latihan untuk mengendalikan ledakan emosi adalah dengan berpuasa. Tujua berpuasa adalah menahan diri dalam artian yang sangat luas. Salah satu manfaat puasa adalah latihan untuk menahan emosi. Sedangkan tujuan akhir pengendalian diri yang diperoleh dari puasa adalah untuk meraih kesuksesan, dan bukan merupakan pelarian diri dari kenyataan hidup yang ada di dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 4

Bersinergi Bersama ESQ.

Keberadaan ESQ sebagai pelopor pelatihan berbasiskan kecerdasan emosional dan spiritual diharapkan mampu menjawab berbagaiketimpangan yang timbul dalam dinamika kehidupan bermasyarakat saat ini. Ketimpangan yang timbul manakala segala sesuatu diukur dengan materi dan intelektualitas belaka, sehingga banyak manusia Indonesia sekarang yang tidak mengetahui siapa dirinya, siapa yang menciptakannya, dan kemana akan melangkah.

Mereka yang sudah berada di puncak karier dan dinilai telah memiliki segalanya, ternyata tak lebih dari sosok-sosok yang tak mengenal kebahagiaan. Lebih memprihatinkan lagi mereka yang berada di lapisan ekonomi bawah, yang harus menanggung beban hidup sedemikian berat, tak jarang juga menderita kemiskinan jiwa. Akibatnya bencana pun terjadi dimana-mana, baik yang datang dari alam maupun yang disebabkan oleh manusia.

ESQ merupakan sebuah usaha dari anak bangsa untuk kembali memeperbaiki negeri ini. Berbekal kesadaran akan pentingnya kecerdasan spiritual (spiritual question) dan kecerdasan emosional (emosional question), ESQ ingin membuat bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa yang lain.

ESQ juga bisa dimanfaatkan bagi mereka yang sudah menemukan visi dan misi yang sejati, berusaha untuk mengaktualisasikan suara hatinya, dan mempertahankan karakter positif yang telah terbangun dalam diri, untuk bersama mewujudkannya dalam kehidupan.

ESQ memiliki misi membangun moral bangsa dengan konsep 165. Konsep 165 adalah sinergi dari nasionalisme dengan spiritualisme, antara dasar Negara Pancasila yang lahir pada 1-6-45 dan semangat cinta tanah air dengan spiritualitas dan moralitas, yaitu 1 hati, 6 prinsip, dan 5 langkah. Misi ESQ adalah kebangkitan moral bangsa dan pembentukan karakter bangs dengan tujuh nilai dasar. Ketujuh nilai dasar itu adalah: jujur, tanggung jawab, visiomer, disiplin, kerjasama adil dan peduli. Visi ESQ adalah terwujudnya Indonesia Emas. Yaitu kondisi ketika ketujuh nilai dasar telah menjadi budaya di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Training ESQ bukanlah ceramah agama, meski banyak menggunakan ayat-ayat Al-Quran, training ESQ sesungguhnya merupakan konsep baru training manajemen dan sumber daya manusia yang mensinergikan kecerdasan Intelektual (IQ), kecerdasan Emosional (EQ), dan kecerdasan Spiritual (SQ) secara ilmiah. Materi dan metode yang digunakan ESQ bersifat netral tanpa memperhatikan golongan tertentu sehingga ESQ banyak diikuti oleh banyak macam kalangan. Training ini terdiri dari beberapa macam, mulai dari Eksekutif (3 hari), Profesional (3 hari), reguler (2 Hari), ramaja (2 Hari), mahasiswa (2 Hari), dan kids (2 Hari). Mengenai tingkatannya, training ESQ mempunyai tujuh tingkat. Yang pertama adalah training ESQ dasar, disini peserta akan memperoleh pemahaman tentang konsep dasar ESQ dan akan mendapat pengalaman spiritual yang akan merubah hidup menjadi lebih baik. Kedua, training ESQ Mission Statement. Pada kesempatan ini peserta akan memiliki visi dan misi yang kuat setelah menjadi peserta. Ketiga, training ESQ Character Building, yakni pelatihan yang akan menjadikan peserta memiliki karakter yang kuat dan tangguh. Keempat, training ESQ Self Control, yang akan membuat peserta memiliki kemampuan untuk pengendalian diri dan dapat mengalahkan semua kelemahan . Kelima training ESQ Strategic Collaboration, yaitu pelatihan yang akan membuat peserta memiliki potensi yang tak ternilai berupa kolaburasi serta menciptakan tim kerja yang solid. Keenam, training ESQ Total Action, yang akan menjadikan peserta mam[u mewujudkan ide menjadi kenyataan. Peserta akan dibekali kemampuan dan kemauan untuk mengeksekusi ide tersebut menjadi nyata. Ketujuh, training ESQ Star Leader. Disini peserta akan diminta mengajukan sebuah ide proyek yang sesuai dengan ide dan keahlian masing-masing demi mewujudkan Indonesia dan Dunia Emas.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul dimasyarakat seputar training ESQ yang mengajak manusia untuk memperoleh kebahagiaan sejati. Beberapa di antaranya adalah, mengapa training ESQ justru bayar?. ESQ adalah lembaga independen yang tidak terikat dengan pemerintah, partai, organisasi atau yang lainnya. Dan untuk menghidupi kebutuhannya, maka wajarlah jika training ESQ membutuhkan biaya. Tetapi, disamping itu ESQ juga melakukan sarangkaian kegiatan-kegiatan amal yang menggratiskan biaya bagi orang yang mengikuti training untuk membantu perubahan bangsa Indonesia ini. Pertanyaan kedua adalah Bagaimana tentang musik yang digunakan dalam ESQ? padahal ada yang berpendapat bahwa musik itu haram di mata islam . ESQ bukanlah sebuah lembaga dakwah ESQ sebenarnya juga mencoba menggali musik yang jug punya fungsi emosional dan spiritual, seperti yang terlihat dalam sejarah perabadaban islam yang tertulis dalam buku Nebula edisi Desember 2006.

Penggunaan musik dalam training ESQ adalah untuk mengantarkan pesertapada efek Mozart yang membawa diri dari dimensi beta (conscious/sadar) ke dimensi alfa (subsconsious/pra sadar) sehingga materi dapat lebih masuk dalam hati. Mengenai fungsi musik, Dr. Yusuf Qardhawi, seorang ulama besar dari Qatar, pernah menyatakan bahwa musik itu penting karena berhubungan dengan insting dan perasaan seseorang. Dalam sejarah islam, musik tidak sekedar menghiasi, bahkan berperan penting dalam kehidupan.

Banyak yang beranggapan bahwa ESQ tergantung dari sosok seorang Ary Ginanjar Agustian. Tapi seiring dengan berkembangnya waktu, kini ESQ juga telah mempersiapkan diri dengan membentuk trainer-trainer yang dipersiapkan mengisi training-training ESQ. Bahkan kini seorang Ary Gunanjar Agustian hanya mengisi sekitar 1% dari  training ESQ seluruhnya, yaitu sekali dalam sebulan dalam tingkat eksekutif.

Tidak hanya berhenti disini. ESQ kini telah menyediakan Mission Statement Training. Ini adalah training lanjutan (intermediate training) bagi para alumni ESQ.  selain itu, bagi para alumni yang mempunyai niat untuk membantu ESQ, telah disediakan berbagai wadah, seperti Peduli Duafa, Pendidikan, dan lain-lain. Selain itu, juga terdapat berbagai jenis organisasi bagi  para Alumni ESQ. Tercatat telah ada 650 ribu alumni ESQ dan tersebar di pelosok Indonesia serta pelosok Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Belanda.

Sesungguhnya training ESQ hanyalah awal pintu atau pintu gerbang untuk masuk ke dalam tujuan hakiki dan makna tertinggi kehidupan manusia. Training yang sesungguhnya dimulai setelah selesai training, dimana kita memperoleh dua mutiara besar yang diperoleh saat training. Mutiara tersebut adalah nilai dasar (core values) yaitu makna tertinggi kehidupan dan tujuan dasar (core purpose) yaitu misi tertinggi kehidupan.

Nilai dasar (core values) seperti jujur, tanggungjawab, visioner, adil, peduli bersumber dan dimaknai dari Asmaul Husna. Semua nilai ini harus dipertahankan dan diaplikasikan sebagai langkah nyata dalam menjalani kehidupan. Sementara tujuan dasar (core purpose) akan terjawab apabila kita sudah sampai pada tujuan hidup tertinggi (ultimate mission). Apabila kita sudah sampai di titik ini, kita akan menyadari bahwa hidup ini semata-mata hanyalah pengabdian kepada Allah. Misi ini juga harus dipertahankan saat kita menjalani kehidupan, apapun posisi dan bidang pekerjaan yang dilakukan.

Cara untuk mempertahankan dan mengaplikasikan nilai dasar dan tujuan dasar adalah pertama, untuk memepertahankan tujuan dasar kita melatih dengan syahadat yang diulangi Sembilan kali saat kita melakukan shalat sehari semalam. Kedua, untuk mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab, dibentuk dengan shalat lima waktu sebanyak 17 rakaat dalam sehari semalam. Ketiga, unutk mempertahankan core values dari faktor-faktor pengganggu, kita diharuskan berpuasa. Kejujuran selalu diganggu dengan kecurangan, tanggung jawab digoda oleh kemalasan, dan pengganggu disiplin adalah kelalaian. Semua sifat itu harus diperangi dengan puasa. Keempat, nilai dasar (core values) adalah fitrah. Ini harus direalisasikan. V to R, dari Value ke Reality, dalam perilaku sehari-hari. Untuk mewujudkannya, kita dibentuk dengan zakat. Ketiga, semua dilakukan dengan total action yang dibentuk dengan haji.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 5

Wujudkan Peradaban Emas

Kekuatan visi misi, aktualisasi suara hati, pembangunan karakter, dan bersinergi bersama ESQ merupakan sebagian langkah kecil dari langkah-langkah menuju terciptanya target perjuanganThe  ESQ Way 165 yaitu masyarakat berhati emas, bervisi dan misi emas, dalam sebuah peradaban emas.

Meskipun terkesan terlalu mengada-ada. Namun, sebagaimana sebuah tugas untuk menyampaikan rrisalah yang telah dibebankan pada Rasulullah saw. Bukanlah sebuah hal yang tidak mungkin jika dikaruniai oleh Allah swt. Dan inilah target akhir ESQ untuk mewujudkan Indonesia emas pada 2020 dan Dunia emas pada 2050.

Ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia Emas. Yang pertama, kecerdasan spiritual (SQ) harus menjadi pusat orbit, yaitu ketika masyarakat mengetahui nilai dan prinsip hidup yang benar. Ini yang disebut dengan tahap spiritualitas. Kedua, manusia harus memiliki Kecerdasan Emosi (EQ) yaitu saat masyarakat memiliki kemampuan untuk merasa (kepekaan social), apabila keluar ari garis orbit. Ini yang disebut dengan tahap mentalitas. Ketiga, kecerdasan intelektual (IQ) sehingga masyarakat mampu berjalan pada garis orbitnya secara efektif dan efisien. Ini disebut dengan tahap pembangunan sosiaol-ekonomi. Jida, Indonesia Emas 2020 adalah masyarakat Madani yang memiliki tiga kecerdasan diatas yaitu masyarakat yang sadar spiritual (SQ) untuk membangun nilai-nilai mulia dan luhur, mental yang tangguh (EQ) yang membuat masyarakat memiliki komitmen spiritual, dan kecerdasan intelektual yang tinggi (IQ) unutk mengimplementasikan nilai-nilai mulia dan komitmen spiritual tersebut dengan keteguhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar